primbon weton

Metode hanacaraka merupakan metode ramalan jodoh yang diterapkan di tanah Jawa dengan menggunakan ejaan Jawa kuno “Hanacaraka” sebagai pedoman. Apalah arti sebuah nama, mungkin Anda termasuk orang yang berpikir demikian, namun faktanya, di Jawa nama turut menentukan tingkat kecocokan pasangan. Lebih-lebih apabila hendak menuju jenjang pernikahan.

Perhitungan kecocokan calon mempelai melalui nama sesuai “Hanacaraka” merupakan salah satu ritual wajib yang harus dijalani. Bukan mustahil bila tidak ditemukan kecocokan sama sekali dari nama keduanya, maka perkawinan pun urung dilaksanakan. Terdengar aneh memang, namun bukan berarti hal tersebut tidak mungkin terjadi. Terutama dalam keluarga Jawa yang masih menjunjung tinggi adat istiadat. Biasanya ketika pasangan kekasih mengutarakan niat untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius, kedua orang tua akan menggelar serangkaian prosesi awal guna menelisik kehidupan masa depan keduanya melalui beberapa metode ramalan.

Untuk ramalan jodoh hanacaraka yang diambil adalah aksara atau huruf pertama dari nama kedua calon mempelai. Aksaranya disesuaikan dengan tabel penyebutan “Hanacaraka”, dijumlahkan, kemudian dibagi lima. Sisa dari pembagian tersebutlah yang merupakan nilai akhir dari tingkat kecocokan kedua belah pihak.

  • Angka 1 berarti Sri atau tunggal, di mana segala kemuliaan berada. Pernikahan tersebut akan diberkahi rezeki berlimpah dengan jaminan keseganan pula dari orang-orang di sekitar. Sri merupakan tingkat jodoh tertinggi. Rumah tangganya pun akan langgeng hingga maut memisahkan.
  • Angka 2 artinya lungguh di mana berarti keduanya akan sama-sama memangku jabatan tinggi.
  • Angka 3 berarti gedhong atau kaya. Secara finansial, pernikahan mereka akan berkecukupan.
  • Angka 4 merupakan ungkapan susah atau menderita. Bila keduanya tetap menikah, bahtera rumah tangga tersebut akan penuh ujian.
  • Angka 5 tak lain kematian, dengan kata lain pernikahan tersebut akan membawa takdir tragis hingga ajal yang mengerikan bagi salah atau atau keduanya. Jika sudah mendapatkan angka terakhir ini, lebih baik untuk tidak bersikukuh melanjutkan rencana pernikahan, sebab akibatnya tidak hanya akan berdampak kepada pasangan itu saja, melainkan juga orang-orang sekitar.

Selain dengan metode nama, ada juga metode dengan membandingkan hari kelahiran yakni dengan melihat weton masing-masing pasangan. Diluar metode jawa kuno ini ada juga metode lain seperti metode analisa nama berdasarkan metode numerologi dengan membandingkan nama kedua calon pasangan. Dengan demikian, masyarakat di dunia memiliki budaya tersendiri dalam menentukan kecocokan perjodohan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *